Hadits Ukhuwah Islamiyah
Hadits Haramnya Seorang Muslim (Tidak Boleh Dibunuh)
Hadits Menolak Kemunkaran dan Bid’ah
Hadits Rukun Iman dan Faktor Fundamental Lainnya
Hadits Pemahaman Islam, Iman dan Ihsan
Hadits Agama adalah nasihat
Hadits Pahala Pekerjaan Ditentukan Niatnya
“Sesunggguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan.”
(Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari dan Abdul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairy An-Naisaburi, di dalam kedua kitab tershahih di antara semua kitab hadits).
Hadits Arba’in An-Nawawiyah ke-42
Hadits Arba’in An-Nawawiyah ke-12
Hadits Baik dan Halal adalah Syarat Diterimanya Doa
Hadits Tahapan Penciptaan Manusia dan Amalan Terakhirnya
Hadits ke-41
Abu Muhammad Abdullah bin ‘Amru bin Al-‘Ash ra. berkata, rasulullah saw. bersabda,
“Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sehingga hawa nafsunya untuk mengikuti apayang telah aku bawa.”
(Hadits shahih yang diriwayatkan di dalam kitab Hujjah yang disusun oleh Abu Alfath Ibnu Ibrahim Al-Maqdisy dengan sanad shahih)
Hadits ke-40
Ibnu Umar ra. berkata, Rasulullah saw. memegang pundakku lalu bersabda,
“Jadilah engkau di dunia laksana orang asing atau orang yang menyeberangi jalan. Ibnu Umar ra. berkata, ‘Bila engkau berada di sore hari, maka jangan menunggu datangnya pagi; dan bila engkau dipagi hari, maka jangan menunggu datangnya sore. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.” (h.r. Bukhari)
Hadits ke-39
Ibnu Abbas ra. berkata bahwa rasulullah saw. bersabda,
“Sesungguhnya Allah swt. mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan keliru, lupa, dan karena dipaksa.”
(Hadits hasan ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
Hadits ke-38
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah bersabda, Sesungguhnya Allah berfirman,
“Barangsiapa yang memusuhi para wali-Ku makan Aku menyatakan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekati-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada apa yang telah Aku wajibkan.
Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekati Aku dengan ibadah sunah sehingga Aku mencintainya, maka ketika Aku mencintainya Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk berbuat dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Seandainya iameminta dia memohon perlindungan-Ku pasti Aku akan melindunginya.” (h.r. Bukhari)
Hadits ke-37
Keadilan dan Karunia Allah
Ibnu Abbas ra. meriwayatkan dari Nabi saw. mengenai apa yang beliau ceritakan dari Allah yang Mahasuci dan Mahatinggi. Allah berfirman,
“Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan kejelekan, kemudian menjelaskannya. Barangsiapa hendak melakukan kebaikan dan dia tidak jadi melakukannya, Allah akan mencatat di sisi-Nya satu kebaikan dan benar-benar melakukannya, Allah akan mecatat di sisi-Nya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan berlipat ganda banyaknya.
Jika ia hendak melakukan kejelekan dan tidak jadi melakukannya, Allah mencatat di sisi-Nya sebagai satu kebaikan dan kalau ia hendak melakukan kejelekan kemudian benar-benar melakukannya, maka Allah hanya mencatat di sisi-Nya satu kejelekan.” (h.r. Bukhari-Muslim didalam Shahih mereka)
Hadits ke-36
Abu Hurairah ra. berkata, Nabi saw. bersabda,
“Barangsiapa yang membebaskan orang mukmin dari kesempitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesempitan di hari Kiamat.
Barangsiapa yang memberi kemudahan orang yang mengalami kesulitan maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.
Barangsiapa menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.
Barangsiapa yang meniti jalan untuk memperoleh ilmu, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul dirumah Allah (masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinya, niscaya turun kepada mereka ketenteraman, rahmat meneliputi mereka, para malaikat berkerumun disekelilingnya dan Allah menyebut-nyebut mereka dihdapan makhluk yang berada disisi-Nya.
Barangsiapa amalnya selalu terlambat (kurang), maka nasabnya tidak akan dapat menyempurnakan.” (h.r. Muslim, dengan lafadz seperti ini)
Hadits ke-35
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda,
“Janganlah saling menghasud, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.
Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka jangan berlaku aniaya kepadanya, jangan menelantarkannya, jangan membohonginya, dan jangan merendahkannya. Takwa itu disini, (beliau mengucapkan ini sambil menunjukkan kedadanya dan mengulanginya hingga tiga kali). Cukuplah seseorang dikategorikan jelek apabila dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Darah, harta, dan kehormatan setiap muslim adalah haram bagi muslim yang lain.” (h.r. Muslim)
Hadits ke-34
Abu Sa’id Al-Khudriy ra. berkata, Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,
“Barangsiapa di antara kalian melihat kemunkaran hendaklah ia merubah dengan tangannya; bila ia tidak mampu, maka dengan lisannya; dan kalau tidak mampu maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.” (h.r. Muslim)
Hadits ke-33
Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda,
“Seandainya setiap orang dipenuhi dakwaanynya, tentu akan ada orang yang menuntut atas harta dan darah suatu kaum. Akan tetapi bukti harus diajukan oleh pendakwa dan sumpah harus diucapkan oleh orang yang menolak tuduhan.”
(h.r. Baihaqi dan yang lain, hadits hasan, sebagian terdapat dalam shahih Bukhari dam Muslim)
